Rabu, 21 September 2016

Kasus Syiah Wukuf di Karbala dan Munculnya Fitnah yg Diisyaratkan Nabi SAW

Rusaknya hubungan diplomatik antara Iran dan Saudi Arabia berimbas kepada warga Iran yg mendapatkan jatah melaksanakan haji ke Mekkah,hampir semua warga Iran tersebut gagal melaksanakan haji ke mekkah.

Menanggapi hal tersebut pemimpin Syiah Iran tertinggi yakni Ali Khomeini memberikan fatwa bolehnya berhaji ke tanah karbala yang merupakan tempat suci bagi kaum syiah, bahkan mereka menilai bahwa tanah karbala lebih suci daripada tanah Haramain,lebih jauh lagi mereka berpendapat bahwa karbala adalah tempat tersuci di dunia dengan berdalih hadits karangan mereka :

کربلا هی اطهر بقاع الأرض و اعظمها حرمة و انها لمن بطحاء الجنة

”Karbala adalah paling suci dan paling agungnya tempat di muka bumi,dan sesungguhnya Karbala adalah sebuah tempat di surga. ”

 Kasus Syiah Wukuf di Karbala dan Munculnya Fitnah yg Diisyaratkan Nabi SAW

Hadits ini tidak kita temui di salah satu kitab kutubussittah (6 kitab hadits muktabar),akan tetapi hadits ini hanya kita dapati di kitab-kitab Syiah seperti di Bihar al-Anwar/Juz. 98 hal. 110/Kamil al-Ziyarat,hal. 264, dll.

Fatwa petinggi syiah tersebut menggerakkan ratusan ribu kaum syiah memilih berhaji atau wukuf ke karbala,yg mana 75% dari mereka yg berkumpul disana adalah warga Iran.

“Saya berharap jumlah peziarah mencapai satu juta orang, sekitar 75% dari mereka adalah warga Iran”,ujar Adil al-Mussawi,seorang juru kunci situs keramat, kepada AFP.

“Konflik Arab-Iran telah memaksa warga Iran memilih mendatangi Karbala utk mengunjungi tempat suci Imam Husein.Bagi Syi’ah, (berkunjung ke kuburan) ini setara melakukan 70 kali haji”, lanjutnya.

Pelaksaan haji tersebut mereka sebut juga dengan “Ziarah Arafah”. Pelaksanaan tersebut di biayai oleh pemerintah Iran.Berita serupa juga ada di beberapa TV swasta nasional.

Pelaksanaan haji atau wukuf yg mereka lakukan akan memperpecah kesatuan umat islam dan hal tersebut akan menjadi fitnah bagi umat islam,sebenarnya hal tersebut sudah Nabi SAW. beritahu di dalam hadits berikut :

6302 – حَدَّثَنَا اب�'نُ نُمَي�'رٍ، حَدَّثَنَا حَن�'ظَلَةُ، عَن�' سَالِمِ ب�'نِ عَب�'دِ اللَّهِ ب�'نِ عُمَرَ، عَنِ اب�'نِ عُمَرَ، قَالَ : رَأَي�'تُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَي�'هِ وَسَلَّمَ : يُشِيرُ بِيَدِهِ يَؤُمُّ ال�'عِرَاقَ : «هَا، إِنَّ ال�'فِت�'نَةَ هَاهُنَا، هَا، إِنَّ ال�'فِت�'نَةَ هَاهُنَا، – ثَلَاثَ مَرَّاتٍ ص : 391 مِن�' حَي�'ثُ يَط�'لُعُ قَر�'نُ الشَّي�'طَانِ» مسند أحمد مخرجا (10/390)

Telah menceritakan kepada kami ‘Abdullah:Telah menceritakan kepadaku ayahku (Ahmad bin Hanbal):Telah menceritakan kepada kami Ibnu Numair : Telah menceritakan kepada kami Handhalah, dari Saalim bin ‘Abdillah bin ‘Umar, dari Ibnu ‘Umar, ia berkata : Aku pernah memandang Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam berisyarat dengan tangannya menunjuk ke arah ‘Iraaq. (Beliau bersabda) : “Di sinilah, fitnah akan terlihat, fitnah akan terlihat dari sini”. Beliau mengatakannya tiga kali. “Yaitu, tempat munculnya tanduk setan” Diriwayatkan oleh Ahmad, 2/143. Shahih sesuai syarat Al-Bukhaariy dan Muslim.

Dalam lafadh lain disebutkan :

عن اب�'ن عُمَرَ، يَقُولُ : سَمِع�'تُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يُشِيرُ بِيَدِهِ نَح�'وَ ال�'مَش�'رِقِ، وَيَقُولُ : ” هَا إِنَّ ال�'فِت�'نَةَ هَاهُنَا هَا، إِنَّ ال�'فِت�'نَةَ هَاهُنَا ثَلَاثًا حَي�'ثُ يَط�'لُعُ قَر�'نَا الشَّي�'طَانِ ”

Dari Ibnu ‘Umar,ia berkata:Aku mendengar Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam berisyarat dengan tangannya ke arah timur dan bersabda:“Di sinilah,fitnah akan terlihat, fitnah akan terlihat dari sini”.Beliau mengatakannya tiga kali.“Yaitu,tempat munculnya tanduk setan” Diriwayatkan oleh Muslim no. 2905.
Baca Juga;Cara Mengajari Tauhid utk Anak-anak
Mungkin sampai sini dulu postingan kali ini semoga bermanfaat/

Sabtu, 17 September 2016

Inilah 3 Perbuatan Yang Sangat Dicintai Allah SWT

Bismillahir Rahmanir Rahim. Assalamu'alaikum teman2 semua.

Tiga perbuatan yg di cintai oleh Allah diantaranya adalah :
1. Shalat pada waktunya
2. Berbuat baik kepada Ayah dan Ibu
3. Jihad di jalan Allah

Inilah 3 Perbuatan Yang Sangat Dicintai Allah SWT

Dari Abdullah bin Mas’ud ra berkata:Aku bertanya kepada Nabi Saw:perbuatan apakah yg paling dicintai Allah.Nabi Menjawab:Shalatlah pada waktunya.Ditanya lagi:Kemudian apa? Nabi menjawab:berbuat baik kepada Ayah dan Ibu.Ditanya lagi kemudian apa?.Nabi menjawab:Berjihadlah pada jalan Allah. (H. R. Bukhari)
Baca juga:Makna Dua Kalimat Syahadat Dalam Islam
Semoga bermanfaat utk kita semua.Aamiin Yaa Rabbal 'Aalamiin.Yg belum shalat ashar, jangan lupa shalat dulu ya! hehe

Jumat, 16 September 2016

حسبن الله ونعم الوكيل نعم المولى ونعم النصير


Setiap manusia di dunia ini tidak akan terlepas dari ujian dan cobaan dalam menjalani hidup ini.Ada tangis.tawa,sedih,bahagia,sakit,kekurangan.Semua itu adalah bentuk cobaan dan ujian yg Allah berikan agar manusia itu dapat mengambil hikmah karena hanya kepadaNYA kita berserah diri.Kita jadi mengetahui bahwa kita adalah hamba yg lemah dan tidak memiliki daya atau upaya kecuali hanya dari Allah semata, maka bertawakallah hanya kepada Allah dengan sebenar-benarnya tawakal, serta kembali kepada-Nya karena Allah Maha Mampu dalam segala hal.Manusia hanya bisa berdo'a dan berusaha dalam menghadapinya.
Jika demikian halnya,maka kalimat hasbalah merupakan salah satu ucapan terbaik bagi yg senantiasa mengharapkan pertolongan-Nya.Kalimat hasbalah berbunyi Hasbunallah wa ni'mal wakil ni'mal maula wa ni'mal nashir (cukuplah Allah menjadi penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung).
حسبن الله ونعم الوكيل نعم المولى ونعم النصير
“Cukuplah Allah menjadi Penolong bagi kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung”

http://sunnahsunni.blogspot.com/2016/09/blog-post.html


Bacaan hasbalah itu pula yg diucapkan oleh Rasulullah Sallallhu 'alaihi Wasallam ketika sedang kesulitan akibat pengepungan selama beberapa minggu oleh pasukan Ahzab dalam perang Khandaq di Kota Madinah.Dengan bacaan tersebut,Rasulullah dan umat Islam pun keluar sebagai pemenang.

Al -Qur'an mengabadikan peristiwa tersebut dalam firman Allah :

الَّذِينَ قَالَ لَهُمُ النَّاسُ إِنَّ النَّاسَ قَد�' جَمَعُوا لَكُم�' فَاخ�'شَو�'هُم�' فَزَادَهُم�' إِيمَانًا وَقَالُوا حَس�'بُنَا اللَّهُ وَنِع�'مَ ال�'وَكِيلُ
" (Yaitu) orang-orang (yg menta'ati Allah dan Rasul) yg kepada mereka ada orang-orang yg mengatakan :"Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu,karena itu takutlah kepada mereka",maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab:" Hasbunallah Wani'mal-Wakîl ",Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung ". (QS. Ali-Imran 3 : 173)

وَإِن�' تَوَلَّو�'ا فَاع�'لَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَو�'لَاكُم�' نِع�'مَ ال�'مَو�'لَى وَنِع�'مَ النَّصِيرُ (سورة الأنفال
" Dan jika mereka berpaling,Maka ketahuilah bahwasanya Allah Pelindungmu.Dia adalah Sebaik-baik pelindung dan Sebaik-baik penolong."(QS. Al-Anfal : 40).
اللَّهُ وَلِيُّ الَّذِينَ آَمَنُوا يُخ�'رِجُهُم�' مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ
" Allah pelindung orang-orang yg beriman Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). " (QS. Al-Baqarah : 257)
وَاغ�'فِر�' لَنَا وَار�'حَم�'نَا أَن�'تَ مَو�'لَانَا فَان�'صُر�'نَا عَلَى ال�'قَو�'مِ ال�'كَافِرِينَ
" Ampunilah kami dan rahmatilah kami. Engkaulah penolong Kami,Maka tolonglah Kami terhadap kaum yg kafir. " (QS. Al-Baqarah : 286)

قُل�' لَن�' يُصِيبَنَا إِلَّا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَنَا هُوَ مَو�'لَانَا وَعَلَى اللَّهِ فَل�'يَتَوَكَّلِ ال�'مُؤ�'مِنُونَ
" Katakanlah :"Sekali-kali tidak akan menimpa Kami melainkan apa yg telah ditetapkan Allah untuk kami.Dialah pelindung Kami,dan hanya kepada Allah orang-orang yg beriman harus bertawakal. " (QS. At-Taubah : 51)
وَجَاهِدُوا فِي اللَّهِ حَقَّ جِهَادِهِ هُوَ اج�'تَبَاكُم�' وَمَا جَعَلَ عَلَي�'كُم�' فِي الدِّينِ مِن�' حَرَجٍ مِلَّةَ أَبِيكُم�' إِب�'رَاهِيمَ هُوَ سَمَّاكُمُ ال�'مُس�'لِمِينَ مِن�' قَب�'لُ وَفِي هَذَا لِيَكُونَ الرَّسُولُ شَهِيدًا عَلَي�'كُم�' وَتَكُونُوا شُهَدَاءَ عَلَى النَّاسِ فَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَاع�'تَصِمُوا بِاللَّهِ هُوَ مَو�'لَاكُم�' فَنِع�'مَ ال�'مَو�'لَى وَنِع�'مَ النَّصِيرُ
" Dan berjihadlah kamu di jalan Allah dengan jihad yg sebenar-benarnya.Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim.Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu,dan (begitu pula) dalam (Al-Qur'an) ini,supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atau segenap manusia, maka dirikanlah shalat,tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah.Dia adalah Pelindungmu,maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong ".(QS. Al-Hajj 22 : 78)

أَمِ اتَّخَذُوا مِن�' دُونِهِ أَو�'لِيَاءَ فَاللَّهُ هُوَ ال�'وَلِيُّ وَهُوَ يُح�'يِي ال�'مَو�'تَى وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَي�'ءٍ قَدِيرٌ
" Atau patutkah mereka mengambil pelindung-pelindung selain Allah? Maka Allah,Dialah pelindung (yg sebenarnya) dan Dia menghidupkan orang- orang yg mati,dan Dia adalah Maha Kuasa atas segala sesuatu."(QS. Asy-Syura : 9)

Hadits Rasulullah :
Syahdan,tatkala Nabi Ibrahim AS dilemparkan dalam lautan api oleh para pengikut Raja Namrud bin Kan'an,ia mengucapkan Hasbunallah wa ni'mal wakil,dan api pun tiba-tiba menjadi dingin.Ini diberitakan oleh Rasulullah Sallallhu 'alaihi Wasallam,''Akhir kalimat yg diucapkan oleh Ibrahim ketika dicampakkan ke dalam api ialah hasbunallah wani'mal wakil. '' (HR Bukhari).
Baca Juga:Kumpulan Hadits Tentang Cobaan Hidup
Sejarah telah memberitakan kekuatan hasbalah yg diucapkan oleh para nabi dan orang-orang saleh,ketika mereka menghadapi cobaan besar ataupun fitnah yg berat. Kekuatannya melebihi kekuatan apa pun di dunia ini,serta menegaskan semangat tauhid pada diri orang yg mengucapkan.Yaitu bahwa hanya kepada Allah sajalah ia berserah diri,dan bahwa semua makhluk di sisi-Nya adalah lemah.

Nabi shallallahu alaihi wa sallam,

اللَّهُمَّ آتِ نَف�'سِى تَق�'وَاهَا وَزَكِّهَا أَن�'تَ خَي�'رُ مَن�' زَكَّاهَا أَن�'تَ وَلِيُّهَا وَمَو�'لاَهَا
" Ya Allah,berilah jiwa ini ketakwaannya, bersihkanlah dia,Engkau adalah sebaik-baik yg membersihkannya.Engkaulah wali dan maula (pelindung)-nya." (HR. Muslim, no. 7081) 

Minggu, 11 September 2016

Inilah Bacaan Supaya Terhindar Dari Siksaan


Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Abu Said Al Khudri dan Abu Hurairah keduanya berkata:Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda :

Inilah Bacaan Supaya Terhindar Dari Siksaan

Siapa yg membaca:Laa Ilaaha Ilallah Wallahu Akbar,maka Allah berfirman:Tiada Tuhan kecuali Aku dan Aku yg terbesar.

Dan jika membaca:Laa Ilaaha Ilallah Wahdahu Laa Syarika Lahu,maka Allah berfirman : Tida Tuhan kecuali Aku sendiri dan tiada sekutu bagi-Ku. Dan bila membaca:Laa Ilaaha Ilallah Lahul Mulku Walahul Hamdu,maka Allah berfirman:Tiada Tuhan kecuali Aku,milik-Ku segala kerajaan dan hak-Ku segala puji-pujian.

Dan bila membaca:Laa Ilaaha Ilallah Walaa Haula Walaa Quwwata Illa Billah,maka Allah menjawab:Tiada Tuhan kecuali Aku,dan tiada daya dan kekuatan kecuali atas izin-Ku.
Siapa yg membaca kalimat tersebut ketika sakit kemudian dia mati,maka tidak akan dimakan api neraka.
(HR. At Tirmidzi, An Nasa'i, Ibnu Majah, Ibn Hibban dan Al Hakim)

Sa'ad bin Abi Waqash Radliyallahu 'Anhu berkata:Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda :
Tiap2 orang muslim yg membaca Laa Ilaaha Illa Anta Subhanaka Innii Kuntu Minadh Dhalimiin 40 kali di waktu sakit lalu mati dalam sakit itu,maka akan diberi pahala seperti orang mati syahid.Dan bila ia sembuh maka ia sembuh sedang dosa2nya telah diampuni.
(HR. Al Hakim)

At Thabrani meriwayatkan sebuah hadist yg berbunyi :
Barang siapa yg membaca surat Al Ikhlas 100 kali di waktu sakit dan kemudian dia meninggal dalam sakit itu,maka tidak akan di uji dalam kubur dan aman dari tekanan kubur.Bahkan akan diangkat oleh malaikat diatas sayapnya pada hari kiamat sehingga dibawa menyeberang di atas shirat menuju ke surga.

Semoga status di atas dapat menambah pengetahuan ilmu agama kita sehingga kita menjadi manusia yg lebih baik di masa depan.Aamiin Yaa Rabbal 'Aalamiin.
Baca Juga:Pengaruh Bacaan AL-QUR’AN ke Otak Manusia
Sumber : Irsyadul 'Ibad Ilaa Sabilir Rasyad 

Kamis, 08 September 2016

Hasil Muktamar Aswaja CHECHNYA Membuat Gelisah Kaum Wahabi

Muktamar menyampaikan rasa terima kasih yang sangat besar kepada Presiden Chechnya Ramadhan Ahmed Kadyrov atas segala upayanya dalam berkhidmah kepada Al­Quran dan Sunnah.Mereka mendoakannya agar senantiasa sukses untuk melanjutkan perjuangan ayahnya al­Syahid Syaikh Haji Ahmad Kadyrov dalam berkhidmah kepada Islam dan kemanusiaan,serta membela Akidah Ahlussunnah Wal Jamaah.Mereka semua secara khusyuk menengadahkan tangan kepada Allah,agar senantiasa memberikan rahmat dan ridha­Nya kepada al­Syahid Syaikh Haji Ahmad Kadyrov yang merupakan kehilangan besar bagi umat Islam,serta memberikan kemuliaan kepada beliau di surga.Dan semoga Allah menjaga Chechnya dan selalu memberinya keselamatan,keamanan,kemajuan dan
kemakmuran.

http://sunnahsunni.blogspot.com/2016/09/hasil-muktamar-aswaja-chechnya-membuat.html

Baca Juga:Kita Umat Islam Akhir Zaman
Kiprah Abu Indrapuri Sebagai Ulama
Dikutip dari CNN,Saudi Arabia dan para syaikhnya sangat marah dengan adanya muktamar ini karena para peserta muktamar yang menyepakati bahwa Ahlus Sunnah Wal Jama’ah adalah Asyairah Dan Maturidiyyah.Dalam Fiqh mengikuti 4 mazhab Fiqh dan juga bertasawuf mengikuti para ulama Tasawuf yg sudah Tsiqah bagi kaum muslimin.Secara otomatis mereka yg mengklaim dirinya salafi keluar dari definisi Ahlus Sunnah Wal Jama’ah.Bahkan dilaporkan keluar tuduhan takfir yang mengkafirkan,sufi musyrik penyembah kuburan hingga tuduhan antek Rusia dari para Syeikh Wahabi ini kepada ratusan Ulama Aswaja dari penjuru dunia ini. Wallahua'lam 

Selasa, 06 September 2016

7 Ulama Dunia Rekomendasi Muzakarah Tauhid Tasauf Se Asia Tenggara ke 4


Bismillahirrahmanirrahim

Muzakarah Tauhid Tasauf Se Asia Tenggara kali ke 4 dengan tema "Menyonsong Generasi Baru, Memberkahi Nusantara "pada 25 hingga 27 Agustus 2016 di Pondok Pesantren Raudhoh Al-Hikam,Cibinong,Bogor,Jawa Barat,Indonesia.

Setelah bermuzakarah selama 3 hari 3 malam yang turut di isi dengan majliz zikir,khatamul Quran serta bacaan Manaqib telah bersepakat menyatakan bahwa :

Ajaran Tauhid Tasauf (Tauhid Sufi) adalah suatu ajaran yang benar berdasarkan Manhaj Ahlu Sunnah wal Jamaah,Tauhid Tasauf memfokuskan kepada permurnian tauhid yg bisa menyucikan syirik-syirik yang halus,amanah diri,masyarakat dan umat sedunia.Natijah/hasil dari ajaran tauhid sufi adalah jiwa yg bertaqwa,cinta pada Allah dan Rasul,Ibadah yang khusuk,akhlaq yg bagus,kasih sayang sesama insan,negara yang aman serta dunia yang damai dan makmur.

7 Ulama Dunia Rekomendasi Muzakarah Tauhid Tasauf Se Asia Tenggara ke 4

Maka Muzakarah juga merekomendasikan :

1. Semua pihak khususnya para ulama,penguasa,hartawan,cendekiawan islam disarankan untuk mendapatkan tauhid sufi yang benar daripada masyayikh yang ahli agar segala amal dan ilmu mereka terjaga dari fitnah-fitnah bathin yg merusakkan.

2. Semua Murabbi Tauhid Tasauf harus menyebarkan ajaran tauhud sufi,agar sinarnya ajaran ini dapat menyinari seluruh bani adam supaya dapat kembali sebagai hamba yang diridhai Allah.

Pernyataan dan Rekomendasi ini ditandatangani oleh 7 Ulama Dunia, Yaitu :

1. Abuya Syekh Haji Amran Waly Al-Khalidi (Ulama dari Nanggroe Aceh)

2. Dr. KH M Diauddin Kuswandi (Ulama dari Indonesia)

3. Tokku Hj. Ibrahim bin Mohamaf (Ulama dari Malaysia)

4. Syekh Rohimuddin Nawawi Al-Bantani (Ulama dari Indonesia - Cucu Syekh Nawawi AlBantani)

5. Dr. Wan Abdul Qadir (Ulama dari Pattani, Thailand)

6. KH. Zein Djarnuzi (Ulama dari Indonesia - Ketua Majelis Muzakarah)

7. Hj. Razali Daud (Sekretaris Majelis Muzakarah)
Baca Juga:Kisah Tukang Cukur Dan Ulama
SILAHKAN SHARE, KARENA DENGAN MENYEBARKAN INI BERARTI KITA SUDAH IKUT MENYEBARKAN DAKWAH YANG TELAH DIMUZAKARAHKAN OLEH ULAMA 

Kamis, 01 September 2016

Hati-hati Dengan Tanda Hitam di Jidat Karena Shalat

Perbanyaklah sujud namun jagalah wajahmu supaya tetap tampak bagus dan hindari munculnya tanda hitam di dahi atau jidatmu karena dikhawatirkan timbul riya’,ujub (bangga diri) dan kesombongan…..
Apabila cara sujud benar,maka tidak akan memburukkan wajah melainkan sebaliknya, menjadi bercahaya dan berseri-seri.Adapun jika jidat menjadi ‘kapalan’ maka artinya harus memperbaiki gerakan shalat.Sebab yang menjadi penopang utama adalah kedua tangan, saat sujud, bukan kepala.

Hati-hati Dengan Tanda Hitam di Jidat Karena Shalat

Abdullah bin Umar bin Khattab RA.salah seorang shahabat terkemuka tidak menyukai adanya bekas hitam di dahi seorang muslim.
عَن�' سَالِمٍ أَبِى النَّض�'رِ قَالَ : جَاءَ رَجُلٌ إِلَى اب�'نِ عُمَرَ فَسَلَّمَ عَلَي�'هِ قَالَ : مَن�' أَن�'تَ؟ قَالَ : أَنَا حَاضِنُكَ فُلاَنٌ. وَرَأَى بَي�'نَ عَي�'نَي�'هِ سَج�'دَةً سَو�'دَاءَ فَقَالَ : مَا هَذَا الأَثَرُ بَي�'نَ عَي�'نَي�'كَ؟ فَقَد�' صَحِب�'تُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- وَأَبَا بَك�'رٍ وَعُمَرَ وَعُث�'مَانَ رَضِىَ اللَّهُ عَن�'هُم�' فَهَل�' تَرَى هَا هُنَا مِن�' شَى�'ءٍ؟

Dari Salim Abu Nadhr,ada seorang yg datang menemui Ibnu Umar. Setelah orang tersebut mengucapkan salam,Ibnu Umar bertanya kepadanya,“Siapakah anda? ”.“Aku adalah anak asuhmu”,jawab orang tersebut.Ibnu Umar melihat ada bekas sujud yg berwarna hitam di antara kedua matanya.Beliau berkata kepadanya,“Bekas apa yg ada di antara kedua matamu?Sungguh aku telah lama bershahabat dengan Rasulullah,Abu Bakr,Umar dan Utsman.Apakah kau lihat ada bekas tersebut pada dahiku? ” (Riwayat Baihaqi dalam Sunan Kubro no 3698)

عَنِ اب�'نِ عُمَرَ : أَنَّهُ رَأَى أَثَرًا فَقَالَ : يَا عَب�'دَ اللَّهِ إِنَّ صُورَةَ الرَّجُلِ وَج�'هُهُ ، فَلاَ تَشِن�' صُورَتَكَ.
Dari Ibnu Umar,beliau melihat ada seorang yg pada dahinya terdapat bekas sujud.Ibnu Umar berkata,“Wahai hamba Allah,sesungguhnya penampilan seseorang itu terletak pada wajahnya.Janganlah kau jelekkan penampilanmu!”(Riwayat Baihaqi dalam Sunan Kubro no 3699).
عَن�' أَبِى عَو�'نٍ قَالَ : رَأَى أَبُو الدَّر�'دَاءِ ام�'رَأَةً بِوَج�'هِهَا أَثَرٌ مِث�'لُ ثَفِنَةِ ال�'عَن�'زِ ، فَقَالَ : لَو�' لَم�' يَكُن�' هَذَا بِوَج�'هِكِ كَانَ خَي�'رًا لَكِ.

Baca Juga:Inilah Binatang Pembawa Pesan Kiamat Yg Di Namakan DABBAH!!!…
Dari Abi Aun,Abu Darda’ melihat seorang perempuan yg pada wajahnya terdapat ‘kapal’ semisal ‘kapal’ yg ada pada seekor kambing. Beliau lantas berkata,‘Seandainya bekas itu tidak ada pada dirimu tentu lebih baik” (Riwayat Bahaqi dalam Sunan Kubro no 3700).