Tampilkan postingan dengan label Riwayat Nabi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Riwayat Nabi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 01 Oktober 2016

Inilah Wajah Cicit Nabi Muhammad yang Menggemparkan Netizen?

Wajah keturunan Rasulullah menyebar dan menghebohkan jagat maya,putra ulama besar kota Madinah;beliau adalah Sayid Yusuf Halim anak Syeikh Jamil Halim Al-Husaini. Keturunan Rasulullah s. a. w melalui Sayyidina Husain, putra Fatimah dan Ali bin Abi Thalib.

Nasab yg bersambung kepada Nabi Muhammad shallallahualaihiwasallam mempunyai sekitar 40 tingkat, dan semua keturunan Rasulullah pada umumnya hafal dengan silsilah mereka sampai kepada Fatimah putri Rasulullah yg bersuamikan Ali bin Abu Thalib, sepupu beliau.

Keturunan Rasulullah yg juga cicit Sulthanul Auliya’, Syaikh Abdul Qadir Jailani. Muhammad Sholah.

Predikat Zuriat Rasul bukan hal sepele, misalnya Habib Ali Al Jifri, lihat nasab beliau di sini. Di Indonesia sendiri ada lembaga bernama Rabithah Alawiyah yg mengurusi kemurnian nasab seseorang yg benar masih merupakan keturunan Rasulullah. Dengan begitu sangat ketat mengenai hal ini, lagipula waktu 1400 tahun bukan waktu yg begitu panjang, seorang ahli sejarah tahu persis akan hal itu. Semua bisa dilacak dalam kurun waktu tersebut . Bahkan Rasulullah pernah dalam haditsnya mengisyaratkan bahwa masa hidup beliau dan hari kiamat hanya bagaikan dua jemari jaraknya (yakni dekat sekali). Sebab beliau adalah Nabi akhir zaman, penutup para Nabi dan diutus bagi seluruh manusia.

Di dalam literatur Islam, disebutkan akan terlihat Imam Mahdi pada akhir jaman sebagai pemimpin yg adil, memimpin orang-orang beriman melawan pasukan Dajjal. Dan dijelaskan dalam hadits bahwa nama Al Mahdi ialah Muhammad bin Abdullah, keturunan Rasulullah di penghujung jaman. Di mana beliau dan prajuritnya pada akhirnya berhasil mengalahkan kuasa kegelapan, jelmaan iblis paling pamungkas dan pasukannya, zionis.

Sesuai arti nama beliau yaitu ‘Yang Terpuji’, Nabi Muhammad adalah sebagus-bagus ciptaan dan paling sempurna di antara semua makhluk Allah. Bagaimanakah ciri-ciri fisik Rasulullah menurut orang-orang yg pernah menyaksikan dan hidup sezaman dengan beliau?

Diriwayatkan Dari Al-Barra, Dia Berkata : “Rasulullah Adalah Orang Yg Paling Tampan Wajahnya, Sosoknya Paling Sempurna, Beliau Tidaklah Tinggi Menjulang Dan Tidaklah Pendek. ” (HR. Bukhari)

Diriwayatkan dari Abu Juhaifah bahwa dia pernah melihat Rasulullah shalat di Bathha, di hadapan beliau terdapat anazah sebagai batasnya, dalam kutipan hadits ini disebutkan bahwa sejumlah orang menyalami Rasulullah setelah itu mengusapkan telapak tangan Rasulullah ke wajahnya, akupun menyalami tangan beliau dan mengusapkan tangan beliau ke wajahku, telapak tangan beliau lebih dingin daripada esdan lebih harum dari minyak kasturi. ”(HR. Bukhari)

Inilah Wajah Cicit Nabi Muhammad yang Menggemparkan Netizen?

Dapat disimpulkan dari banyak hadits, ciri-ciri Rasulullah adalah sebagai berikut :
– Berpostur tubuh sedang dan tegap, tidak tinggi dan tidak pendek.
– Warna kulitnya sedang dan cerah, tidak terlalu putih dan tidak gelap.
– Bentuk kepala beliau agak besar dan kuat.
– Rambut tidak keriting, juga tidak lurus, agak berombak. Tebal, sampai batas telinga.
– Alis mata melengkung dan tebal.
– Warna mata hitam dan bulu mata yg panjang. Terlihat garis-garis merahnya.
– Mulut beliau sedang, agak lebar.
– Gigi beliau putih cemerlang dan agak renggang ;
– Mempunyai jenggot hitam dengan uban putih. Jenggotnya tipis tapi penuh rata sampai di pipi.
– Bahu dan dada bidang (lebar) dan kokoh.
– Pergelangan tangan beliau cukup panjang, telapak tangan dingin sejuk.
– Jari jemari tangan dan kaki beliau tebal dan lentik memanjang.
– Telapak tangan dan kaki beliau agak lebar dan padat berisi.
– Daerah di sekitar tulang belikat beliau cukup lebar, dan nampak proporsional.
– Mempunyai tanda kenabian di antara tulang belikat.
– Dada dan pinggang beliau seimbang ukurannya ;
– Terdapat bulu-bulu halus tumbuh lurus di dada beliau dan terus kebawah hingga pusar ;
– Bagian-bagian tubuh beliau nampak bersih dan bercahaya ;
– Tumit beliau langsing ;
– Telapak kaki beliau cukup lengkungannya dan atasnya halus serta bagus bentuknya.

Setiap orang yg bertemu Muhammad pasti akan berkata, “Aku tidak pernah melihat orang yg sepertinya, baik sebelum maupun sesudahnya. ”
Abu Hurairah mengatakan bahwa Muhammad sangatlah rupawan, seperti dibentuk dari perak. Abu Hurairah belum pernah melihat orang yg lebih baik dan lebih tampan dari Muhammad, rona muka secemerlang matahari dan tidak pernah melihat orang yang secepat beliau. Seolah-olah tanah digulung oleh langkah-langkah Muhammad jika sedang berjalan. Dikatakan jika Abu Hurairah dan yang lainnya berusaha mengimbangi jalannya Muhammad dan nampak ia seperti berjalan santai saja.

Said al Jahiri mengatakan bahwa ia pernah mendengar Abu Taufik berkata bahwa pada saat ini (jaman itu) tidak ada lagi yg masih hidup orang yg pernah melihat secara langsung Muhammad kecuali dirinya sendiri dan Muhammad mempunyai roman muka sangat cerah dan perawakannyaa sangat baik.
Baca Juga: Tanda-tanda Diterimanya Taubat
Ibnu Abbas mengatakan bahwa gigi depan Muhammad agak renggang tidak terlalu rapat dan jika berbicara nampak putih bersinar.

Jumat, 19 Februari 2016

Istri-istri Rasulullah SAW

Pada awalnya,keluarga Rasulullah SAW tidak jauh berbeda dengan yang lain. Beliau menikah dengan Khadijah binti Khuwaylid,seorang saudagar kaya yang saat itu telah menjadi janda. Rasulullah udah bekerja sebaga manager ekspedisi perniagaan Khadijah sebelum beliau mengawininya.

Beliau sangat mencintai dan menyayangi Khadijah sampai akhir hayatnya,dan hanya menikah lagi sepeninggal Khadijah.Ada banyak kisah yang menceritakan betapa cinta dan sayangnya Rasulullah SAW kepada istrinya ini.Perkawinan-perkawinan Rasulullah SAW berikutnya dilatarbelakangi oleh beberapa hal namun tidak ada yang didasarkan pada hawa nafsu belaka. Berikut ini nama-nama “Ummahatul-Mu’minin”menurut kronologi pernikahan mereka dengan Rasulullah SAW :

 http://sunnahsunni.blogspot.com/2016/02/istri-istri-rasulullah-saw.html


Khodijah binti Khuwailid RA. (556-619 M)

Status ketika menikah : Janda karena ditinggal wafat oleh 2 suami terdahulu,yaitu Abi Haleh Al Tamimy dan Oteaq Almakzomy
Periode menikah : Tahun 595M di Mekkah ketika usia Rasulullah SAW 25 tahun dan Khodijah 40 tahun.

Anak : Dari pernikahannya dengan Khodijah,Rasulullah SAW memiliki sejumlah anak laki-laki dan perempuan. Namun demikian semua anak laki-laki beliau (Al-Qosim dan Abdullah) meninggal. Sedangkan yang anak-anak perempuan beliau adalah : Zainab, Ruqoyyah, Ummu Kultsum dan Fatimah.
Fakta penting : Khodijah RA adalah orang pertama yang mengakui kerasulan suaminya. Rasulullah SAW tidak menikah dengan wanita lain selama Khodijah masih hidup.Khodijah adalah istri yang paling dicintai Rasulullah SAW.
Saudah binti Zam’a RA. (596 – 674 M)
Status ketika menikah : Janda dari Sakran bin ‘Amr bin Abdi Syams yang turut berhijrah ke Habsyah (Abyssinia, Ethiopia)
Periode menikah : Tahun 631M ketika Saudah berusia 35 tahun.
Anak : tidak ada.
Fakta penting : Tujuan Rasulullah SAW menikahinya adalah untuk menyelamatkannya dari kekafiran akibat menjanda.Keluarga Saudah RA masih kafir dan dipastikan akan mempengaruhi kembali Saudah jika tidak diselamatkan.
Aisyah binti Abu Bakar RA. (614-678 M)
Status ketika menikah : Gadis. Aisyah RA berumur antara 6 hingga 9 tahun ketika Rasulullah menikahinya. Tetapi mereka baru bercampur setelah Aisyah cukup umur.
Periode menikah : bulan Syawal tahun kesebelas dari kenabian,setahun setelah beliau menikahi Saudah atau dua tahun dan lima bulan sebelum Hijrah.
Anak : tidak ada.
Fakta penting : Rasulullah SAW tidak pernah menikahi seorang gadis selain Aisyah. Tujuan Rasulullah SAW menikahinya adalah untuk mendekatkan hubungan dengan keluarga Abu Bakar (yang merupakan sahabat utama Rasulullah SAW dan merupakan khalifah pertama setelah Rasulullah SAW meninggal).
Hafsah binti Umar bin Khatab RA. (607-antara 648 dan 665 M)
Status ketika menikah : Janda dari Khunais bin Hudzaifah yang gugur sebagai syahid dalam Perang Badar.
Periode menikah : tidak lama setelah Perang Badar usai, tahun ke-3 Hijriyah
Anak : tidak ada.
Fakta penting : Rasulullah SAW menikahinya untuk menghormati ayah Hafsoh,yaitu Umar bin Khatab RA yang kelak menjadi khalifah kedua setelah Rasulullah SAW meninggal.

Zainab binti Khuzaimah RA. (595-626 M)
Status ketika menikah : Janda dari Abdullah bin Jahsi yang gugur sebagai syahid di Perang Uhud.
Periode menikah : tahun ke-4 Hijriyah
Anak : tidak ada.
Fakta penting : Zainab RA meninggal dunia 2-3 bulan setelah menikah dengan Rasulullah SAW.
Ummu Salamah Hindun binti Abu Umayyah RA. (599–683 M)
Status ketika menikah : Janda dari Abu Salamah dengan meninggalkan 2 anak laki-laki dan 2 anak perempuan.
Periode menikah : bulan Syawal tahun ke-4 Hijriyah.
Anak : tidak ada.
Fakta penting : Rasulullah SAW menikahinya dengan tujuan menjaga keluarga dan anak-anak Ummu Salamah.
Zainab binti Jahsyi bin Royab RA. (588/561 – 641 M)
Status ketika menikah : Janda cerai dari Zaid bin Haritsah,anak angkat Rasulullah SAW.
Periode menikah : bulan Dzulqoidah tahun ke-5 Hijriyah.
Anak : tidak ada.
Fakta penting : Zainab adalah putri bibi Rasulullah SAW. Rasulullah SAW menikahinya atas perintah Allah SWT (QS : 33 : 37)
Juwairiyah binti Al-Harits RA. (605-670 M)
Status ketika menikah : Janda dari Masafeah Ibn Safuan.
Periode menikah : bulan Sya’ban tahun ke-6 Hijriyah.
Anak : tidak ada.
Fakta penting : Juwairiyah RA adalah putri dari al-Harits bin Dhirar,pemimpin Bani Mustalik yang pernah berkomplot untuk membunuh Rasulullah SAW,namun berhasil ditaklukan. Juwairiyah kemudian menjadi tawanan perang yang dimiliki oleh Tsabit bin Qais bin Syimas, kemudian ditebus oleh Rasulullah SAW.Rasulullah SAW kemudian menikahinya untuk melunakkan hati sukunya kepada Islam.
Ummu Habibah Ramlah binti Abu Sufyan RA (591-665 M)
Status ketika menikah : Janda dari Ubaidillah bin Jahsy yg hijrah bersamanya ke Habsyah.
Periode menikah : bulan Muharrom tahun ke-7 Hijriyah lewat khitbah melalui raja Najasy.
Anak : tidak ada.
Fakta penting : suami Ummu Habibah pertama (Ubaidillah) tersebut murtad dan menjadi nasrani dan meninggal di Habsyah.Ummu Habibbah tetap istiqomah terhadap agamanya. Alasan Rasulullah SAW menikahinya adalah untuk menghibur beliau dan memberikan sosok pengganti yang lebih baik baginya.Selain itu sebagai penghargaan kepada mereka yang hijrah ke Habasyah karena mereka sebelumnya telah mengalami siksaan dan tekanan yang berat di Mekkah.
Shafiyyah binti Huyay bin Akhtab RA. (628–672 M)
Status ketika menikah : Janda dari Kinanah,salah seorang tokoh Yahudi yang terbunuh dalam perang Khaibar.
Periode menikah : 628 M, tahun ke-7 Hijriyah.
Anak : tidak ada.
Fakta penting : Shafiyah adalah istri Rasulullah SAW yang berlatarbelakang etnis Yahudi. Sukunya diserang karena telah melanggar perjanjian yang sudah mereka sepakati dengan kaum Muslimin.Shafiyyah termasuk salah seorang tawanan saat itu.Nabi berjanji menikahinya jika ia masuk Islam.Maka masuklah ia dalam Islam. 

Maimunah binti Al- Harits RA. (602- 681 M)
Status ketika menikah : Janda dari Abd al-Rahman bin Abdil-Uzza.
Periode menikah : Dzulqoidah tahun ke-7 Hijriyah.
Anak : tidak ada.
Fakta penting : Rasulullah SAW menikahinya sebagai penghormatan bagi keluarganya yang telah saling tolong menolong dengannya.Maimunah sendirilah yg datang menemui Rasulullah SAW dan meminta agar menikahinya.
Mariah Al-Qibthiyah RA.
Status ketika menikah : Hamba sahaya Rasulullah SAW sebagai hadiah dari Muqauqis, seorang penguasa Mesir.
Periode menikah : 3 tahun sebelum Rasulullah SAW wafat.
Anak : Ibrahim (meninggal dunia pada usia 18 bulan).
Baca Juga:Wasiat Rasulullah Kepada Kita Ummatnya

Demikianlah sekilas mengenai istri-istri Rasulullah SAW yang luar biasa.Jelaslah bahwa Rasulullah SAW memiliki alasan yang kuat dalam setiap pernikahannya.Semua dilandasi atas kecintaan pada Allah SWT dan umatnya.Semoga kita semua terbebas dari pikiran-pikiran buruk dan hasutan kaum kafir mengenai baginda.Aamin.